Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Teori Terbentuknya Kulit Bumi

Bumi sebagai ruang tempat hidup manusia memiliki sejarah dan berbagai hipotesis terhadap cara dan tahapan terbentuknya, terdapat banyak teori dan hipotesis yang telah dipelajari oleh para pelajar di sekolah. Pada artikel ini akan dipelajari tentang teori terbentuknya kulit bumi, diantaranya yaitu : 1. Teori Kontraksi (Pengerutan) Teori Kontraksi dikemukakan pertama kali oleh Rene Descrates pada tahun 1596–1650. Rene Descrates berpendapat bahwa bumi semakin lama semakin menyusut dan mengerut yang disebabkan oleh proses pendinginan sehingga membentuk bagian permukaan bumi dengan relief berupa gunung, lembah, dan dataran . Teori Kontraksi ini didukung oleh James Dana tahun 1847 dan Elie de Baumant tahun 1852.  2. Teori Apungan Benua (Continental Drift) Teori Apung Benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada tahun 1912. Ia berpendapat bahwa pada awalnya di Bumi hanya ada satu benua yang sangat besar yang disebut Pangaea. Menurut Wegener, benua besar tersebut kemudian terpecah-p

Rotasi dan Revolusi Bumi

Pada haketkatnya semua benda yang ada di jagat raya ini mengalami pergerakan, selalu bergerak dan tidak pernah stagnan. Bahkan obyek yang ditempati sebagai tempat hidup manusia ini pun juga mengalami pergerakan yang dapat dirasakan dampaknya oleh manusia. pergerakan bumi di jagat raya ini terbagi menjadi 2, yaitu : 1. Rotasi Bumi merupakan pergerakan bumi yang berputar ada porosnya, ibaratnya anda memutarkan sedang memutarkan globe di suatu tempat. Dampak dari pergerakan ini yaitu :  a. Terjadinya siang dan malam  b. Gerak semu harian matahari  c. Perbelokan arah angin 2. Revolusi Bumi merupakan pergerakan bumi mengelilingi matahari, jadi ibaratnya bumi sedang bertawaf mengelilingi matahari. Dampaknya yang pasti adalah :  a. Pergantian Tahun  b. Gerak semu tahunan matahari  c. Pergantian musim   d. Peruabahan lamanya siang dan malam  e. Terjadinya Parralax atau rasi bintang

KOMPONEN SIG

Untuk melakukan analisis data sehingga bisa mendapatkan hasil analisis yang maksimal maka diperlukan berbagai komponen. Komponen SIG terdiri dari: a. Perangkat Keras (Hardware) Perangkat keras SIG yang terdiri atas komputer dan perangkatnya memiliki peranan  sebagai berikut. 1) Alat Masukan (Input) Alat masukan berfungsi untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer.  Alat masukan berupa scanner, digitizer, dan CD/DVD-ROM. 2) Alat Pemrosesan Alat pemrosesan berfungsi untuk mengolah, menganalisis, dan menyimpan data  yang masuk dalam sistem komponen sesuai kebutuhan. Contoh alat pemrosesan  adalah central processing unit (CPU), tape drive, dan disk drive. 3) Alat Keluaran (Output) Alat keluaran berfungsi menayangkan informasi geografis sesuai data yang telah  diproses. Contoh alat keluaran adalah printer dan plotter. b. Perangkat Lunak (Software) Perangkat lunak adalah sistem yang digunakan untuk pemrograman komputer.  Perangkat lunak berfungsi untuk memasukkan, menyimpan, dan mengel

CARA MUDAH MENGHAFAL KONSEP GEOGRAFI

Dalam mempelajari hakekat geografi kita pastinya akan bertemu dengan 4 pokok bahasan yang mana selalu keluar pada soal-soal ujian nasional SMA, USBN ataupun ulangan penilaian akhir tahun kelas XII. Tidak menutup kemungkinan bahwa cara ini nantinya juga bias bermanfaat untuk kelas X SMA ataupun MA IPS pada mata pelajaran geografi. Pokok bahasan pada bab Haketkat geografi adalah : 1.  Konsep Geografi Konsep Geografi meliputi 10 konsep yang dipelajari di SMA, untuk mudah menghafalnya disingkat dengan  JA   KET   MR   PO   LO   AGAK   GU   DI I   KEN , atau secara lebih rinci yaitu sebagai berikut : a.  Jarak Jarak dibagi menjadi 2, meliputi : -           Jarak absolut yang satuannya “km” Contoh : Jakarta – Semarang jaraknya adalah 100 km -           Jarak relative (satuanyya waktu) Contoh : Jakarta ke semarang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit b.       Keterkaitan Ruang Konsep ini mengkaji  sebab akibat  pada suatu wilayah. Contoh : Karena tanahnya subur banyak tanaman yang

KONSEP ESSENSIAL GEOGRAFI

Dalam Seminar Loka Karya yang diadakan oleh Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1988 menghasilkan suatu rumusan yang menyatakan bahwa geografi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dan unsur geografi   dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan. Konsep-konsep yang digunakan untuk menelaah fenomena geosfer yaitu : 1. Konsep Lokasi Merupakan suatu konsep utama yang digunakan untuk mengetahui fenomena-fenomena geosfer serta tempat terjadinya fenomena. Konsep ini menganalisa adanya aspek-aspek baik itu positif maupun negative dari berbagai tempat di permukaan bumi. Konsep ini terbagi menjadi 2, yaitu : a. Konsep lokasi absolut Yaitu lokasi suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur dan memiliki sifat yang tetap. Misalnya : Letak Astronomis Indonesia   terletak pada 6°LU – 11°LS dan 95°BT – 141°BT. b. Konsep Lokasi relatif Yaitu lokasi dari suatu daerah di permukaan bumi yang meng

TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYA

1. Teori Kabut atau Nebula (Kant-Laplace) Tata surya terbentuk dari sebuah nebula atau kabut besar dan hampir bulat yang berotasi dengan  kecepatan sangat lambat sehingga menyebabkan penyusutan dan membentuk sebuah cakram di  bagian tengahnya. Penyusutan berlanjut hingga terbentuk Matahari di bagian pusat cakram . Cakram berotasi lebih cepat sehingga bagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang  bahan yang kemudian memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari. 2. Teori Planetesimal (T.C.Chamberlain dan FR.Moulton) Dalam teori ini dijelaskan bahwa Matahari telah ada sebagai salah satu bintang. Suatu ketika  sebuah bintang berpapasan dengan Matahari dengan jarak yang tak terlalu jauh sehingga terjadi  tarik menarik pada permukaan Matahari maupun bintang tersebut. Akibatnya sebagian massa  Matahari tertarik ke arah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa  Matahari jatuh lagi ke permukaan Matahari dan sebagian lagi t

Teori Terbentuknya Jagat Raya

Unit analisis kehidupan di jagat raya ini secara berurutan adalah meliputi jagat raya, Galaksi, tata surya dan bumi (planet). Proses terbentuknya masing- masing ruang juga berbeda-beda diantaranya yaitu sebagai berikut : TEORI TERBENTUKNYA JAGAT RAYA 1. Big Bang (Ledakan besar) Dalam teori ini dinyatakan bahwa bumi terbentuk karena adanya reaksi inti atom yang mengalami ledakan besar. Partikel letusan atom tesebut terpental dan membentuk berbagai benda- benda langit saat ini termasuk bumi yang saat ini kita tempati.   2. Kontraksi dan Ekspansi (creatio continua) Sebagian orang berpendapat bahwa jagat raya mengalami perkembangan dalam waktu yang lama dan terdapat proses perkembangan dan penyusutan, dalam teori ini dituliskan bahwa jagat raya terbentuk/ ada ketika mengalami ekspansi, tetapi jagat raya akan hilang ketika mengalami kontraksi. 3. Steady State (Keadaan tetap) Pada teori ini jagat raya terbentuk dalam waktu yang lama, jagat raya yang telah terbentuk

Jenis Batuan di Dunia

1. Batuan beku : Dari magma yang mengalami proses pendinginan, kemudian membeku. Berdasarkan tempat pembekuannya : Batuan beku dalam   Pembekuan terjadi di dalam, jauh di bawah  permukaan bumi. Proses pendinginanya sangat lambat, mengakibatkan  terbentuknya hablur-hablur mineral besar-besar dan sempurna serta  kompak ( struktur plutonik ). Batuan beku dalam disebut juga batuan  abisis . Contohnya : Granit, diorit, sienit, dan gabro Batuan beku korok/gang/hipabisis   Sisa magma yang masih cair meresap  ke lapisan yang lebih atas dan menyusup ke sela-sela pipa-pipa gunung  api, kemudian menjadi dingin dan membeku. Proses pembekuan relatif  lebih cepat, sehingga hablur-hablur yang terjadi tidak sekompak batuan  beku dalam ( struktur porfiri ). Contohnya : Granit, porfiri, porfiri sienit,  dan porfiri diorit Batuan beku luar/effusive   Magma yang mencapai permukaan bumi,  kemudian membeku. Proses pembekuan cepat sekali. Sehingga dapat  terbentuk hablur.

PENDEKATAN GEOGRAFI

Dalam menelaah suatu fenomena, geografi tifak hanya mengandalkan konsep saja, tetapi juga menggunakan berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis sebab dan akibat terjadinya suatu fenomena di geosfer. Pendekatan yang digunakan geografi dalam menelaah suatu fenomena geosfer yaitu meliputi : 1. Pendekatan Wilayah Dari namanya dapat ditangkap bahwa pendekatan ini akan menekankan pada keruangan. Pendekatan ini mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan pola keruangan berkaitan dengan lokasi distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi atau agihan elemen geografi ini akan membentuk pola seperti memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan perubahan elemen pembentuk ruang. Ahli geografi berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta ca

e-Examination Geografi MA MIFTAHUL ULUM

Sebelum memulai ulangan pahami terlebih dahulu langkah- langkah di bawah ini. Sebelumnya setiap peserta didik harus sudah mendapatkan username dan password dari guru yang bersangkutan. Silahkan pahami langkah berikut ini : 1. Log-in terlebih dahulu ke portal Buka portal di link ma17miftahululum.gnomio.com Lalu masukkan user dan kata sandi dengan klik log in pada persegi panjang yang berwarna merah.  Lihat gambar di bawah ini : 2. Klik course yang tersedia Course yang tersedia pada portal ini hanya satu, yaitu ulangan sumber daya alam. Silahkan perhatikan gambar di bawah ini: 3. Setelah klik course maka anda akan dibawa ke halaman selanjutnya Pada halaman tersebut silahkan anda klik ulangan bab III 4. Setelah klik Ulangan BAB III maka klik Attempt Quiz Setelah itu anda akan dibawa untuk menuju halaman ulangan.  5. Setelah itu kerjakan soal yang telah disediakan dan perhatikan waktu yang berjalan Setelah semua telah terjawab lalu klik finis